Post Terbaru

6/recent/ticker-posts

Intro

Halo, Saya Iqbal Mubarok, Selamat datang !

RINGKASAN BUKU MENGENAL DAN MEWASPADAI PENYIMPANGAN SYIAH DIINDONESIA PART 3



PENYIMPANGAN AJARAN SYI`AH


11.   PENYIMPANGAN FAHAM TENTANG ORISINILITAS AL-QURAN
      Para ulama syi`ah seperti al-mufid, al-qummi, abu manshur Ahmad bin ali al-thabarsi dll. Menyatakan bahwa Al-quran yang ada saat ini telah mengalami distorsi, penambahan dan pengurangan sehingga tidak sesuai dengan naskah aslinya seperti yang dikumpulkan Ali (menurut mereka), Al-quran yang ada sekarang adalah palsu.
      Ni`matullah Al-jazairi menyatakan bahwa semua imam syi`ah sepakat adanya perubahan dalam Al-quran, kecuali pendapat Murtadha, Al-shaduq, dan Al-thabarsi yang mengatakan bahwa tidak ada perubahan, dalam keterangan selanjutnya dia mengatakan bahwa ulama yang berpendapat tidak ada perubahan dalam Al-quran itu sedang ber-taqiyah.
Pandangan ulama`
      Para ulama menyatakan dengan tegas bahwa Al-qur`an yang dipegang dan diamalkan ummat islam saat ini diseluruh dunia adalah asli, tidak ada penambahan dan pengurangan, Allah langsung yang menjamin keasliannya ‘sungguh kami yang menurunkan Al-quran dan kami pula yang akan menjaganya” (QS. Al-hijr: 9) keyakinan inilah yang menjadi prinsip yang dipegang seluruh ummat islam.
      Al-qadhi bin Iyadh, Abu Usman Al-haddad, ibnu qudamah, ibnu hazm, dan ulama-ulama lainnya dari kalangan ahli tauhid telah bersepakat atas kekafiran orang yang mengingkari satu surah, atau ayat, atau kata, atau huruf dari Al-quran.
      Ibnu Abi Daud As-sijistani meriwayatkan 2 atsar dari Ali bin abi thalib yang memuji kebijakan khalifah usman bin affan yang membakar mushaf-mushaf selain kodifikasi mushaf usmani “jika usman tidak melakukannya, maka saya yang akan melakukan itu” tegas Ali, ini membuktikan ijma` para sahabat Nabi (termasuk Ali dan ahl bait nya) dan seluruh umat islam atas kodifikasi mushaf Usmani.
      Selain itu, ragam qiraat Al-quran yang popular disebut “qiraat sab`ah” salah satu syarat mutlak qiraat dapat diterima adalah kesesuaian qiraat dengan system penulisan mushaf usmani yang telah disepakati para sahabat, ibnu Al-jazari mencatat ada 4 jalur sanad dari qiraat sab`ah yang bersumber dari Ali dan ahl bait:
Ø  Qiraat Abu amr bin al-ya`la, dari nashir bin ashim dari yahya bin ya`mur, keduanya menerima qiraat dari abu aswad ad-duali dari Ali bin abi thalib
Ø  Qiraat ashim bin abi nujud, dari abu abdirrahman as-sulami yang menerimanya langsung dari Ali bin abi thalib
Ø  Qiraat hamzah az-zayyat, dari ja`far as-sadiq dari Muhammad Al-baqir dari Ali zainal abidin dari Al-husain dari Ali bin abi thalib
Ø  Qiraat al-kisa`i, dari hamzah az-zayyat dengan jalur sanad seperti jalur sanad pada poin 3 diatas
Dengan jalur-jalur sanad itu dapat kita pastikan bahwa ahl bait tidak keluar dari ijma` kaum muslimin yang menyepakati otoritas mushaf usmani.
22. PENYIMPANGAN FAHAM TENTANG AHL BAIT RASUL DAN MENGKAFIRKAN SAHABAT NABI
      Ulama-ulama syi`ah seperti Ni`matullah al-jazairi, Al-kulani, Al-iyasyi, Al-majlisi, Al-khumaini dan lain-lain telah melontarkan fitnah dan tuduhan keji kepada para sahabat Nabi terutama Abu bakar, Umar, Aisyah dan Hafshah disertai cacian-cacian dan makian terhadap mereka, bahkan terang-terangan Al-khumaini mengatakan bahwa Aisyah, thalhah, zubair, muawiyah dan shabat-sahabat lainnya bahwa mereka lebih buruk dan menjijikkan daripada anjing dan babi.
      Diindonesia, berbagai publikasi syi`ah juga telah memfitnah, menjelek-jelekkan, melaknat, bahkan mengkafirkan sahabat Nabi, yang kesemuanya itu merupakan tuduhan dusta dan fitnah yang sangat keji terhadap sahabat Nabi yang berdasarkan imajinasi dan cerita-cerita bohong, serta bentuk penodaan terhadap agama dan sejarah islam.
Pandangan ulama`
      Seluruh ulama Islam meyakini bahwa seluruh sahabat Rasul adalah orang mulia yang telah dipuji Allah dalam Al-quran, dan bahkan Rasulullah menegaskan larangan mencela para sahabat sebagaimana diriwayatkan oleh Al-bukhari, Rasulullah juga secara khusus telah menjamin surga untuk 10 orang sahabatnya yang paling utama, dan khulafa` Rasyidin termasuk didalamnya, seluruh sahabat adalah orang mulia yang telah menyertai Rasulullah dalam berdakwah, dan telah mengorbankan jiwa, raga, dan harta mereka demi agama Allah, sehingga ummat islam menjadikan mereka sebagai panutan setelah Rasulullah.
      Imam Abu ja`far at-thahawi menyatakan “kita mencintai para sahabat Rasulullah dan tidak berlebihan dalam mencintai salah satu dari mereka, kita tidak berlepas diri dari mereka, kita membenci orang yang membenci mereka dan menyebutnya tidak baik, kita tidak menyebut mereka kecuali dengan kebaikan, mencintai mereka adalah agama, iman, dan ihsan, membenci mereka adalah kekafiran, kemunafikan dan sikap melampaui batas.

      Oleh sebab keutamaan itulah para sahabat Nabi dinilai `adil dan periwayatan mereka diterima tanpa perlu bersusah payah mencari keadilan dan kebersihan mereka, dalam pandangan ulama 4 madzhab, tindakan mencaci apalagi mengkafirkan sahabat Nabi sangat tercela dan dikecam, 

Posting Komentar

0 Komentar