Post Terbaru

6/recent/ticker-posts

Intro

Halo, Saya Iqbal Mubarok, Selamat datang !

RINGKASAN BUKU MENGENAL DAN MEWASPADAI PENYIMPANGAN SYIAH DIINDONESIA PART 2



Syi`ah Rafidhah
      Syi`ah Ali generasi awal adalah kaum muslimin yang lurus dan tidak mencaci keutamaan para sahabat Nabi, dalam perkembangannya, syi`ah Ali yang murni ini tidak bertahan lama, dan pada abad berikutnya menjadi sarang persembunyian musuh islam dan para pendengki yang hendak berbuat makar kepada kaum muslimin, dan mereka mulai mencaci para sahabat Nabi terutama Abu bakar dan Umar, karenanya para ulama menyebut orang yang menjelek-jelekkan dan menolak Abu bakar dan Umar sebagai Rafidhah.
      Secara umum Rafidhah adalah kelompok syi`ah yang mendukung ahl bait namun salah dalam mempersepsikannya dengan menolak dan mencaci Abu bakar dan Umar serta sebagian besar sahabat yang mereka klaim telah menentang wasiat penunjukkan Ali sebagai penerus Rasulullah. Imam Abu Al-hasan Al-asy`ary mengatakn bahwa sebab syi`ah Itsna Asyariah dinamakan Rafidhah adalah karena mereka menolak kepemimpinan Abu bakar dan Umar, oleh karenanya maka ahlussunah, syi`ah Zaidiyyah dan Ibadhiyah menyematkan gelar Rafidhah kepada syi`ah Istna Asyariah dan syi`ah Ismailiyyah.
      Para pakar perbandingan aliran islam mencatat bahwa syi`ah terbagi dalam 3 golongan:
1.     1.  Syi`ah Ghaliyah (ghulat), yang berpandangan ekstrim terhadap Ali bin abi thalib bahkan sampai        pada taraf penuhanan, kelompok ini jelas sesat dan kafir.
2.  2.  Syi`ah Rafidhah, yang mengklaim adanya teks wasiat penunjukkan Ali sebagai penerus            Rasulullah, dan berlepas diri dengan mencaci dan mengkafirkan para khalifah sebelum Ali dan mayoritas sahabat Nabi, kelompok ini dinyatakan sesat oleh para ulama namun tidak mengkafirkan mereka.
3.    3.  Syi`ah Za`idiyah, yaitu pengikut zaid bi Ali zainal abidin yang mengutamakan Ali atas sahabat lainnya namun tetap menghormati Abu bakar dan Umar sebagai khalifah yang sah.
      Umumnya para ulama sunni menerima madzhab Zaidiyah terutama dalam fiqih dan hadits seperti penerimaan kitab Naylul Awthar, Irsyad Al-fuhul karya Imam As-syaukani, Subulussalam Syarh Bulughul Maram karya Imam As-shan`ani, tetapi tokoh sunni seperti KH. Hasyim Asy`ari (pendiri NU) menolaknya dan menyatakan madzhab Zaidiyah dan Imamiyah tidak boleh diikuti umat islam dan tidak boleh berpegang pada pendapatnya karena mereka adalah ahli bid`ah. Oleh karena itu kita harus membedakan Syi`ah secara umum dan Rafidhah secara khusus
      Oleh karena itu para ulama salaf menegaskan penolakan dan kecaman terhadap golongan Rafidhah ini, diantaranya:
·         Imam Malik bin Anas (w. 179 H):
“orang yang mencaci maki para sahabat Nabi, mereka tidak memiliki bagian dalam islam” (as-sunnah vol. 1/493)
·         Imam As-syafi`i (w. 204 H):
“saya tidak pernah melihat seorangpun dari pengikut hawa nafsu yang paling banyak berdusta dan bersaksi palsu dari pada syi`ah Rafidhah,” lalu murid beliau bertanya “bolehkah saya sholat dibelakangnya.?” Beliau menjawab “jangan sholat dibelakang Rafidhah, Qadariyah, dan Murji`ah.” (siyar a`lam an-nubala vol. 10/31)
·         Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H):
“siapa yang mencaci sahabat, saya mengkhawatirkan atasnya kekafiran, siapa yang mencaci sahabat Nabi kami tidak merasa aman atasnya telah keluar dari islam,” Abu bakar al-marrudzi berkata “aku tanyakan kepada Abu Abdillah (imam ahmad) tentang orang yang mencaci Abu bakar, Umar dan Aisyah apa hukumnya?” beliau berkata “aku tidak melihatnya berada dalam islam” (as-sunnah vol. 1/493)
·         Imam Al-bukhari (w. 256 H):
“saya tidak akan sholat dibelakang penganut jahmiah dan Rafidhah, sama seperti sholat dibelakang yahudi dan nashrani, tidak boleh mengucapkan salam kepada mereka, tidak dijenguk, tidak boleh dinikahkan, tidak boleh disaksikan jenazahnya dan tidak dimakan sembelihannya” (khalqu af`al ibad vol. 1/148 dan vol. 2/33)
·         Imam Abu Zur`ah Ar-razi (w. 264 H):
“jiika anda melihat seseorang yang merendahkan salah satu sahabat nabi maka ketahuilah bahwa dia adalah zindiq, karena Rasul menurut kita adalah haq, adn Al-quran juga haq, dan sahabat Nabi yang telah meriwayatkan Al-quran dan sunnah kepada kita, sebenarnya mereka hendak melukai para saksi kitauntuk membatalkan kebenaran Al-quran dan sunnah, sebaliknya mencela status mereka (pencela sahabat) itu lebih berhak karena mereka adalah kaum zindiq (al-kifayah fi ilmi riwayah hlm. 49)
·         Imam Abu bakar Ibni Al-arabi (w. 543 H):
“orang yahudi dan nashrani tidak menyetujui persepsi terhadap para sahabat Musa dan Isa, seperti gambaran terhadap kaum Rafidhah terhadap sahabat Muhammad ketika mereka memvonis sahabat Nabi telah bersepakat atas kekafiran dan kebathilan” (al-awashim min al-qawashim hlm. 314)
·         Imam Ibnul Jauzi (w. 597 H):
“sikap ekstrim syi`ah dalam mencintai Ali membawa mereka unutuk membuat hadis-hadis palsutentang keutamaannya yang kebanyakan justru menjelekkan dan menyakiti beliau, mereka juga merekayasa mazhab fiqih sendiri dan berbagai khurafat yang menyalahi ijma` dalam banyak masalah yang cukup panjang bila disebutkan, semuanya merobek ijma`. Iblis telah mempengaruhi mereka untuk merekayasanya tanpa berdasar kepada asar dan qiyas, tapi hanya berdasar kepada kasus-kasus, keburukan Rafidhah terlalu banyak untuk dihitung” (talbis iblis hlm. 136-137)
·         Imam As-syaukani (w. 1250 H):

“ketahuilah bahwa kejahatan Rafidhah dan bid`ah buruk mereka menyebabkan buntut paling buruk dan celaka yang paling jelek, ketika mereka mengetahui Al-quran dan sunnah menyerukan kerugian dan kehancuran mereka dengan suara tinggi, merekapun memusuhi sunnah yang suci dan mencederai para sahabat yang diridhai Allah, dan mereka jadikan orang yang memegangi sunnah sebagai musuh ahl bait, mereka telah membatalkan sunnah seluruhnya dan menggantinya dengan kedustaan-kedustaan yang mengandung cacian dan celaan kepada sahabat dan orang-orang yang mengusung sunnah, berpedoman dengannya dan mengamalkannya dari kalangan tabiin dan pengikut mereka dengan keji sampai mereka dinamakan dengan nashib, yang membenci amirul mukminin Ali dan putera-puteranya, semoga Allah menjauhkan Rafidhah dan mencongkel mereka” (quthr al-waliiy fi hadis al-waliiy hlm. 305-306) 

Posting Komentar

0 Komentar